Program Pendidikan Menengah Universal (PMU) Dorong Tingkatkan APK SMA/SMK


Jakarta, Kemdikbud --- Program Pendidikan Menengah Universal (PMU) telah diluncurkan pada 2013 lalu. Program PMU ini ditujukan untuk mendorong kenaikan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah. Target APK pendidikan menengah sebesar 97 persen diharapkan tercapai pada tahun 2020 dengan Program PMU.

 

Demikian dijelaskan Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Ibnu Hamad dalam acara talkshow dengan Radio Sindo Trijaya di Perpustakaan Kemdikbud, Jakarta, (26/05/2014). Ibnu mengatakan, tanpa upaya percepatan melalui PMU tersebut, target APK 97 persen baru bisa dicapai pada tahun 2040.

 

Ia juga mengatakan, PMU dijalankan untuk menampung sebanyak mungkin para lulusan SMP agar bisa melanjutkan ke SMA/SMK. Di dalam PMU, lanjutnya, juga melekat Bantuan Operasional Sekolah Sekolah Menengah (BOS SM) yang diberikan pemerintah, seperti halnya BOS untuk pendidikan dasar (SD dan SMP). Nominal BOS SM sebesar Rp 1 juta rupiah per siswa per tahun untuk sekolah menengah baik negeri maupun swasta.

 

Ibnu menegaskan, BOS SM antara lain digunakan untuk biaya pendaftaran dan biaya ujian-ujian di sekolah. “SMA yang menerima BOS SM semestinya tidak memungut lagi untuk pendaftaran (bagi siswa),” tegasnya.

 

Selain itu, BOS SM juga digunakan untuk membangun unit sekolah baru, ruang kelas baru, serta rehabilitasi sekolah atau ruang kelas yang rusak berat. Hal itu dilakukan untuk menambah daya tampung di sekolah menengah. Sumber berita www.kemdikbud.go.id, Publisher (Nurjolis/Primadi).