Category Archives: NEWS

PENSI SMK BINAMITRA 2016

PAMFLET PENSI 2016 2

Penerimaan Peserta Didik Baru SMK Binamitra Tahun Pelajaran 2016/2017

Penerimaan Peserta Didik Baru SMK Binamitra Tahun Pelajaran 2016/2017 gb2

INFO BURSA KERJA SMK BINAMITRA

Assalamu'alaikum

Di informasikan kepada peserta tes PT. AHM (Astra Honda Motor) yang telah dinyatakan lulus tes tahap 1 dan 2 beberapa bulan lalu, untuk segera melanjutkan ke tahapan seleksi selanjutnya yaitu MCU (Medical Check UP)
yang akan dilaksanakan pada :
Hari : Selasa, 13 Oktober 2015
Waktu : 08:30 WIB
Tempat : Lantai.5 AHM Sunter (Jl. Laksda Yos Sudarso, Sunter 1)
Persyaratan : Membawa KTP (asli dan fotocopy).
Berikut daftar siswa SMK Binamitra dan lainnya peserta seleksi MCU :

1. WAHYU NUGROHO
04/08/1997
SMK BINAMITRA
BKK SMK BINAMITRA CIKARANG
2. FAHMI ALDIAH LUTHFIANTO
18/03/1997
SMK BINAMITRA
BKK SMK BINAMITRA CIKARANG TIMUR
3. IRVAN SIDIK
19/12/1993
SMK BINAMITRA
BKK SMK BINAMITRA CIKARANG TIMUR
4. KANTA SAPUTRA
25/08/1996
SMK BINAMITRA
BKK SMK BINAMITRA CIKARANG TIMUR
5. ROBI IBRAHIM
06/07/1996
SMK BINAMITRA
BKK SMK BINAMITRA CIKARANG TIMUR
6.DARYANTO
27/12/1993
SMK PN2 PURWOREJO
BKK SMK BINAMITRA CIKARANG TIMUR
7. YOGA SUBAGYA
24/02/1997
SMK DEWANTARA
BKK SMK BINAMITRA CIKARANG TIMUR
8.VEBBIE FITRAH
20/02/1996
SMK DEWANTARA
BKK SMK BINAMITRA CIKARANG TIMUR
9. RIKI ANDRIANA
12/04/1995
SMKN 1 KARAWANG
BKK SMK BINAMITRA CIKARANG TIMUR

Peserta diharapkan untuk hadir hari selasa, tanggal 13 Oktober 2015, jam 08.30 WIB, di ruang makan lt.5 AHM Sunter (Jl. Laksda Yos Sudarso, Sunter 1)
Membawa KTP (asli dan fotocopy).

Terima kasih
Semoga Bermanfaat

Honda Lanjutkan Kurikulum Teknik Sepeda Motor Honda ke 8 SMK di Jawa Barat

October 25, 2014

OtomotifZone.com – Cikarang. PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Daya Adicipta Mustika (DAM), Main Dealer dan Suku Cadang Honda Jawa Barat melanjutkan pengembangan kurikulum dan kompetensi Teknik Sepeda Motor (TSM) Honda dengan 8 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat.

Penandatangan perjanjian kerjasama 8 SMK untuk jurusan TSM Honda dilakukan di SMK Mitra Industri MM2100 Cibitung Bekasi, Jum’at 24 Oktober 2014. Selain SMK Mitra Industri MM2100 Cibitung Bekasi, hadir pula perwakilan dari SMK terkait yaitu SMK Dastamaco Bekasi, SMKN 4 Bekasi, SMK Bina Mitra Cikarang Timur Bekasi, SMKN 6 Garut, SMKN 1 Malausma Majalengka, SMK Fajar Santosa Bogor dan SMK Bisnis & Teknologi Bekasi. Penandatangan perjanjian kerjasama juga disaksikan dari perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi dan Direktur Pembinaan SMK, Direktorat Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Yudi Heriyadi Manager Technical Development DAM

Menurut Manager Technical Development PT DAM, Yudi Heriyadi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Honda terhadap dunia pendidikan di tanah air. Harapan kami dengan adanya kerjasama dengan SMK TSM Honda dapat memberikan dukungan kepada bengkel-bengkel resmi Honda atau AHASS di Jawa Barat sehingga AHASS akan mudah mencari tenaga ahli yang sesuai dengan kebutuhan.

“Bahkan dengan dukungan AHM dan PT DAM, lulusan dari TSM Honda ini juga dapat mengembangkan pengetahun, keterampilan dan bisnis dengan membuka usaha mandiri di industri otomotif sehingga dapat mengurangi angka pengangguran,” tambahnya.

Ruang laboratorium jurusan Teknik Sepeda Motor Honda

Secara Nasional hingga Oktober total ada 232 SMK di Indonesia yang mengimplementasikan kurikulum TSM Honda. Sedangkan di wilayah Jawa Barat total 55 SMK. PT DAM menargetkan hingga akhir tahun dapat mencapai 80 SMK yang menggunakan kurikulum TSM Honda di Jawa Barat. Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi kurikulum TSM Honda, AHM dan PT DAM juga menyumbangkan buku pedoman service, parts catalog, bantuan unit, dan perlengkapan perbengkelan sesuai standar minimal AHASS.

Penulis : Indra Gunawan | Foto : Indra Gunawan

sumber; http://www.otomotifzone.com

Hasil Psikotest Peserta Didik Baru SMK Binamitra Cikarang timur





Program Pendidikan Menengah Universal (PMU) Dorong Tingkatkan APK SMA/SMK


Jakarta, Kemdikbud --- Program Pendidikan Menengah Universal (PMU) telah diluncurkan pada 2013 lalu. Program PMU ini ditujukan untuk mendorong kenaikan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan menengah. Target APK pendidikan menengah sebesar 97 persen diharapkan tercapai pada tahun 2020 dengan Program PMU.

 

Demikian dijelaskan Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Ibnu Hamad dalam acara talkshow dengan Radio Sindo Trijaya di Perpustakaan Kemdikbud, Jakarta, (26/05/2014). Ibnu mengatakan, tanpa upaya percepatan melalui PMU tersebut, target APK 97 persen baru bisa dicapai pada tahun 2040.

 

Ia juga mengatakan, PMU dijalankan untuk menampung sebanyak mungkin para lulusan SMP agar bisa melanjutkan ke SMA/SMK. Di dalam PMU, lanjutnya, juga melekat Bantuan Operasional Sekolah Sekolah Menengah (BOS SM) yang diberikan pemerintah, seperti halnya BOS untuk pendidikan dasar (SD dan SMP). Nominal BOS SM sebesar Rp 1 juta rupiah per siswa per tahun untuk sekolah menengah baik negeri maupun swasta.

 

Ibnu menegaskan, BOS SM antara lain digunakan untuk biaya pendaftaran dan biaya ujian-ujian di sekolah. “SMA yang menerima BOS SM semestinya tidak memungut lagi untuk pendaftaran (bagi siswa),” tegasnya.

 

Selain itu, BOS SM juga digunakan untuk membangun unit sekolah baru, ruang kelas baru, serta rehabilitasi sekolah atau ruang kelas yang rusak berat. Hal itu dilakukan untuk menambah daya tampung di sekolah menengah. Sumber berita www.kemdikbud.go.id, Publisher (Nurjolis/Primadi).

Keberhasilan Kurikulum 2013

Sedikitnya ada dua faktor besar dalam ke­ berhasilan kurikulum 2013. Pertama, penen­tu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependi­dik­an (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur; (i) ketersediaan buku sebagai ba­han ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pem­bentuk kurikulum; (ii) penguatan peran pemerintah da­am pembinaan dan penga­wasan; dan (iii) penguatan ma­naj­emen dan budaya sekolah.

iklan5-skema2
iklan5-skema1

Berkait dengan faktor perta­ma, Kemdikbud sudah mende­sain­­ strategi penyiapan guru se­­bagaimana digambarkan pa­da skema penyiapan guru yang me­ibatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat terdiri atas unsur dinas pendidikan, dosen, widya­swara, guru inti, pengawas, ke­­pala sekolah; guru uta­ma me­iputi guru inti, penga­was, dan kepala sekolah; dan guru mereka terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran SD, SMP, SMA, SMK.

Pada diri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus di­beri perhatian khusus dalam rencana implementasi dan ke­terlaksanaan kurikulum 2013, yaitu kompetensi pedagogi; kompetensi akademik (keilmuan); kompetensi sosial; dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemung­kinan terjadinya perubahan.

Kesiapan guru lebih penting­ daripada pengembangan kuri­kulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar,­ dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah mene­rima materi pembelajaran.

iklan5-gbr1

Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Disinilah guru berperan be­sar di dalam mengimplementa­sikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cer­das tapi juga adaptip terhadap perubahan.

Wamendik Harap Semua Sekolah Pesan Buku Kurikulum 2013

 

Jakarta, Kemdikbud --- Usai pembukaan Rapat Koordinasi Pendataan dan Pembelian Buku Kurikulum 2013, di hotel Mega Anggrek Jakarta, Senin (02/06/2014), setiap pejabat eselon 1 Kemdikbud yang hadir mengadakan pertemuan khusus dengan kepala dinas pendidikan provinsi perwakilan dari setiap regional pemesanan buku Kurikulum 2013. Wamendik Musliar Kasim pun melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Musliar mengatakan, sejak awal Kemdikbud membuka peluang kepada pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk dapat membuat anggaran pelatihan guru dan pendampingan di APBD. “Sedangkan pengadaan buku tidak perlu karena buku sudah disediakan dari dana BOS dan BOS buku,” ujar Musliar.

Selain itu, Lembaga Penjamiman Mutu Pendidikan (LPMP) sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kemdikbud pun turut mengalokasikan anggaran untuk pelatihan dan pendampingan implementasi Kurikulum 2013.

Kepada kepala dinas pendidikan Provinsi Maluku dan Maluku Utara, Musliar mengatakan, Kemdikbud memerlukan data kemampuan anggaran pelatihan guru di kabupaten/kota di Provinsi Maluku dan Maluku Utara. “Kekurangannya nanti bisa dibantu oleh LPMP. Sehingga tidak ada guru yang tidak dilatih,” tuturnya.

Terkait pemesanan buku Kurikulum 2013, Musliar mengungkapkan, Kemdikbud sudah mengundang Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dari provinsi dan kabupaten/kota pada bulan Mei 2014. Para kabid tersebut sudah diberi informasi mengenai cara pemesanan buku.

Ia berharap kepala dinas provinsi dan kabupaten/kota dapat mengkoordinasikan pemesanan buku Kurikulum 2013 sehingga tidak ada satupun sekolah yang tidak memesan buku, terutama sekolah yang memiliki dana BOS. "Bagi sekolah yang tidak mengambil dana BOS dapat membeli buku Kurikulum 2013 secara mandiri kepada penyedia yang sudah ditetapkan," ungkap Musliar.

Harga buku di masing-masing kabupaten/kota, jelas Musliar, dapat berbeda-beda tergantung dari pemenang tender. Provinsi dan kabupaten/kota tidak diperkenankan membeli buku di penyedia lain. Sumber berita www.kemdikbud.go.id, Publisher : Nurjolis/Primadi